Template baru masih dalam pengembangan.... XD XP

Persyaratan Dasar Untuk Memulai Bisnis Online

Setelah blogwalking ke sana-ke mari saya temukan ternyata sebagian besar blog yang saya datangi membahas soal mencari uang lewat internet. Saya jadi tertarik untuk ikut membahas tentang itu. Walaupun saya sama sekali bukan pakar dalam bidang tersebut, tapi saya mencoba menarik kesimpulan dari apa yang saya baca. Jadi, tulisan ini tujuannya cuma untuk share aja, bukan untuk ngajarin. So, kalo masih ada yang salah-salah, mohon masukan untuk perbaikan yah...



1. Persyaratan teknis

a. Punya media untuk terkoneksi dengan internet.
Punya komputer, laptop, handphone ato gadget lain yang bisa terkoneksi dengan internet. Atau kita bisa sering-sering aja ke warnet.

b. Punya Email buat daftar ke situs-situs penghasil duit tersebut.
Kalau bisa punya lebih dari satu email supaya bisa mengklasifikasikan situs-situs yang diikuti. Tapi untuk langkah awal, punya satu aja udah cukup.

c. Punya akun paypal atau rekening bank yang fleksibel.
Akun bank yang biasanya di minta situs-situs penghasil uang biasanya beda-beda, tapi kita pilih aja yang dominan. Misalnya bank mandiri atau BNI atau BCA. Kalau Danamon atau BRI atau bank yang lain-lain jarang ada tuh. Trus, kalo bisa, ini rekening tersendiri, tidak dicampur dengan rekening penyimpanan uang pribadi. Soalnya, saya sebagai orang baru kan masih ragu. Jangan-jangan terjadi penipuan. Jadi, buat jaga-jaga saja. Soal paypal, saya lihat di mana-mana akun paypal lebih banyak dipake untuk website penghasil dolar, jadi itu berarti akun paypal is a must.

d. Bergabung di situs jejaring sosial.
Biasanya di situs-situs penghasil uang itu kan ada sistem refferalnya, jadi... kalau mau punya banyak refferal ya musti punya banyak teman yang terkoneksi internet. Tempat paling pas untuk mencari calon refferal ya di situs-situs jejaring sosial.

e. Punya blog.
Manfaat blog saya rasa sama saja dengan manfaat kita gabung di situs jejaring sosial, cuma kalau lewat blog, informasi yang kita berikan bisa lebih akurat dan bisa lebih banyak orang yang baca. Sekalian bisa input refferal link kita juga.

2. Persyaratan material

a. Punya dana khusus untuk koneksi internet.
Menurut saya, sebaiknya kita punya budget khusus untuk biaya koneksi internet ini. Saya biasanya mengatur keuangan pribadi saya setiap bulan. Setiap terima gaji, saya akan langsung menentukan berapa yang disimpan, berapa buat bayar listrik,telpon,air, berapa buat belanja bulanan, berapa buat belanja sehari-hari dan lain-lain. Nah, setelah saya terjun ke dunia internet, saya jadi harus punya biaya tersendiri untuk koneksi internet. Kalau kita pakai modem sendiri yang harus dibayar perbulan, sebaiknya pilih paket yang bisa kita perkirakan dengan tepat berapa jatuhnya, supaya akhir bulan ketika akan bayar tidak tekor. Kalau pakai paket yang limited, berarti cukup pakai sesuai batas agar tidak ada biaya kelebihan akibat pemakaian berlebih. Kalau kita internetan di warnet, berarti tinggal dihitung, dalam satu hari ngenet berapa jam dan biaya perjamnya berapa, kita itung sebulan jatuhnya berapa, sebesar itulah uang yang harus kita simpan untuk biaya ngenet sebulan.

b. Punya dana khusus untuk investasi.
Sama aja kayak di atas, kita harus bisa ngatur berapa duit dari gaji sebulan yang mau dipakai untuk berinvestasi di internet dan berapa lama jangka waktu investasi itu. Apakah sebulan sekali atau tiga bulan sekali, tergantung jenis bisnis yang kita ikutin ya. Lagian, jenis investasinya juga macam-macam. Buat beli produk afiliasi misalnya, atau buat bayar iklan promosi produk, buat ikut program investasi yang sekarang lagi rame, buat bayar proramer kalau kita mau bikin toko online atau website penjualan, soalnya orang baru seperti saya ini kan mana mungkin ngerti soal script-script atau css dan tetek bengeknya itu, ngetik HTML aja masih salah-salah. Jadi, musti nyiapin budget juga untuk ini.

c. Punya produk atau jasa yang bisa dijual.
Kalau kita kepingin menjual sesuatu milik kita sendiri dan ga mau promisiin produk orang lain (banyak blog yang saya baca bilang ikut program afiliasi itu suck dan mereka ga mau lagi alias udah kapok. Tenntu saja terlepas dari benar atau tidaknya)maka kita harus punya produk sendiri. Kalau dari hasil gugelan saya ke sana-ke mari saya lihat banyak yang jual produk informasi berupa e-book, situs pembelajaran (bisnis online, keterampilan, sampai design grafis) ada juga yang jualan barang-barang seperti baju, tas, sepatu, elektronik, gadget sampai produk digital seperti software, kumpulan game, kumpulan mp3, video, gambar hasil design, foto vector, aksesoris, juga banyak yang jual jasa. Sekarang, tinggal kita liht-lihat sekeliling, ada ga ya kira-kira sesuatu yang bisa kita jual. Kalau saya sih udah kepikiran mau jualan apa, kebetulan juga sesuai dengan hobi saya.

3. Persyaratan mental.

a. Harus berani.
Saya sih tipe orang yang nekat, jadi ga pernah takut untuk mencoba (kalau ragu sih iya, tapi ujung-ujungnya saya cobain juga) Kalau kita mau memulai sesuatu yang baru, jangan pernah ragu. Setiap pekerjaan itu punya resiko, mau yang online atau offline itu sama aja, tinggal kita aja yang nyikapin mau maju apa enggak. Kalau terjadi kegagalan bahkan kita menderita kerugian, itu hal yang wajar. Sebagai pebisnis kita harus berani rugi juga dong. Nah, supaya ga rugi... nekat sih boleh, tapi harus waspada. Sebelum ngikutin program bisnis apa aja, cari tau dulu itu scam apa nggak supaya ga rugi waktu untuk ngurusin pekerjaan scam. Tapi, kalo orang lain yang ikut program itu bisa berhasil tapi kita terpuruk ya mesti introspeksi diri, yang salah di mana supaya besok-besok ga terjadi lagi.

b. Harus mau susah.
Banyak sih iklan bisnis online yang bilang bisnis online itu enak, ga ribet, tinggal ongkang-ongkang kaki dapet duit, tinggal tekan-tekan tuts keyboard duit mengalir, kerjanya santai dan lain-lain. Pertama kali baca jujur saya tergiur. Eh, ralat. Sangat tergiur. Tapi, pas inget pesan mamah dan papah yang bilang hati-hati dengan janji-janji manis orang yang belum kamu kenal. Ups... langsung tersadar. Saya jadi teringat gambaran seorang anak kecil yang diiming-imingi permen oleh orang asing agar mau ikut dengannya dan kemudian diculik lalu dijual. Oh, tiidak !!! kok situasinya terasa sama yah... Makanya, kita ga boleh langsung terjebak sama rayuan iklan. Menurut saya tidak ada pekerjaan yang gampang. Semuanya harus mulai dari tahap bersakit-sakit dahulu soal kedepannya terserah mau bersenang-senang kemudian atau malah mati kemudian. Tergantung masing-masing orang. Kalau kita dari awal ga mau susah, pasti kita ga akan berusaha optimal dan akhirnya hasilnya ga sesuai dengan apa yang kita harapkan, terus kita nyerah, terus kita gagal, terus kita nyalahin orang lain. Emangnya anak kecil apa? Kalau kita mau berhasil ya mesti rela banting tulang. Di sela-sela kesibukan pekerjaan nyempetin diri buat gugling nyari info yang up to date, ngejalanin program internet money making di waktu luang yang mungkin ga seberapa, rela begadang sampai jauh malam untuk ngurusin blog atau program bisnis yang kita ikutin, mau belajar dan mencari teman yang bisa kita jadikan rekan bisnis online. Semua itu butuh waktu, perhatian dan tenaga. Ga beda dengan kerjaan offline kita. Semua harus ada susahnya.

c. Harus kreatif.
Orang yang kreatif selau dapat menemukan jalan yang aman dan efisien dalam melakukan pekerjaan mereka. Mereka punya pemikiran yang fleksibel dan cepat beradaptasi. Mereka lebih cepat bangkit dari kegagalan dan berani mencoba hal baru. Menariknya lagi, orang-orang yang kreatif selau punya cara yang atraktif untuk menarik minat orang lain. Kedengarannya perfect sekali. Jadi... apakah kita termasuk orang yang kreatif? Kalau bukan, maka kita harus mencoba menjadi orang yang kreatif dan penuh inisiatif. Saya sendiri bukan orang yang kreatif, tapi saya mencoba menjadi sekreatif yang saya bisa. Dengan membuat blog ini misalnya. Walaupun mengisinya masih ngesat-ngesot (buktinya tulisan kopas masih saya posting juga). Jadi menurut saya, menjadi orang kreatif itu bukan tak mungkin, tergantung usaha aja.

d. Harus fokus.
Ada nih, temen saya yang udah kecanduan bisnis online. pokoknya kalau denger ada program bisnis atau website penghasil duit yang baru, pasti dia langsung daftar. Saya dengar dari ceritanya dia, dia udah punya akun di mana-mana. Tapi, baikkah itu? Kok buktinya income dia ga pernah ada, paypalnya tetap zero dan ternyata dari sekian banyak situs yang dia ikutin, cuman beberapa yang dia jalanin, itu juga belum ada yang nyampe minimum payout. How pitty... Saya jadi berpikir, ternyata di dunia maya pun kita ga boleh maruk yah. Melihat teman saya itu, saya jadi mikir. Lebih baik satu tapi fokus daripada banyak tapi terlantar dan terlunta-lunta. Maksud saya sih, kita ikutin dulu satu atau sesuai kemampuan, terus kita ikutin prosedurnya sampai kita mencapai minimum payout dan melihat hasilnya. Jika kita sudah tahu waktu yang kita butuhkan untuk mendapatkan uang dari situs itu tentu kita bisa memanage untuk mencoba menaikan level dengan daftar di situs lain. Intinnya satu aja, fokus sama apa yang kita kerjakan.

e. Harus mengerti etika.
Dimanapun dunia tempat kita berada, baik dunia nyata maupun dunia maya, kita harus mengerti etika dan tata krama dalam bersosialisasi dengan orang lain. Jangan pernah menyulut permusuhan, hormati orang lain bahkan yang tidak sopan pada kita sekalipun. Toh kita nggak ketemu orangnya, buat apa ribut sama orang yang kita ga kenal. Permasalahan yang sering terjadi di dunia maya ini sepenglihatan saya adalah:
- Mengkopi tulisan,gambar,karya orang lain dan mempublikasikannya kembali tanpa ijin.
Sebaiknya kalau kita akan mengkopi tulisan atau karya orang lain mintalah ijinnya dulu. Kita bisa menuliskan permintaan kita di kolom komentarnya. Sebenarnya akan lebih baik menunggu persetujuan si empunya blog dulu, namun kalau lewat dari tiga hari ga ada konfirmasi yah kopi aja terus kita paste di blog kita dan kita cantumkan link sumbernya. Ingat, harus dalam bentuk link, supaya blog yang kita kopi tadi mendapatkan backlink dari kita. Ini sebagai simbol terimakasih kita kepada si empunya blog karena udah menyediakan tulisan yang bisa dikopi. Seandainya suatu saat nanti ownernya datang dan ga terima tulisannya kita pajang di blog kita dan minta kita menghapusnya, ya hapus aja. Kita cari tulisan lain yang bertema sama atau kita nulis artikel sendiri dengan inti seperti tulisan itu.
- Memotong URL refferal link.
Ada yang suka kesal kalau calon refferalnya malah tidak menjadi refferal karena tidak mendaftar melalui refferal link yang dia berikan. Sekarang gini deh, kalau kita memperoleh sebuah informasi, apalagi informasi yang bisa menguntungkan dan informasi itu di dapat dari orang lain, kita harus menunjukkan rasa terimakasih kita. Jadi, kalau kita nemu review website penghasil uang dari blog atau forum atau situs orang lain dan di sana ada refferal linknya, apa salahnya sign up di bawah orang yang memberikan informasi itu? apakah kamu ga rela memberikan penghasilan tambahan buat dia? toh penghasilan kamu aman-aman aja, ga dipotong untuk diberikan padanya. so, cuek aja lagi. mo refferal atau bukan. Lagian, dari pengalaman beberapa teman pemula yang jadi refferal orang lain, mereka bilang mereka diberi banyak kemudahan, mereka banyak diajarin sama uplinenya dan jadi lebih ngerti harus ngapain. So, apa salahnya kalau kita jadi downline orang lain?
- Berkomentar tidak pantas.
Selama saya blogwalking, saya menemukan banyak ragam pernyataan di kolom komentar blog-blog yang saya jelajahi. Ada yang sopan ada juga yang tidak sopan, mengandung unsur anarkis, SARA, pornografi yang bersifat melecehkan, ungkapan-ungkapan tak senonoh dan umpatan serta kata-kata yang tidak pantas dibaca. Selain itu juga ada komentar SPAM dan komentar yang mmengandung iklan. Saya sendiri bingung melihat kondisi itu. Apakah bloger indonesia tak punya etika? Saya hanya ingin berpenndapat bahwa di manapun kita bersosialisasi, jangan pernah merendahkan orang lain, jika ingin memberikan kritik atau bantahan terhadap pendapat orang lain, lakukan dengan cara yang benar, gunakan bahasa yang baik untuk menyampaikan maksud kita, jangan sampai menyakiti hati orang lain apalagi sampai berkata-kata kasar di blog orang lain, hal itu akan memberikan citra buruk bagi kita sendiri.

Tentu saja masih banyak lagi yang bisa dibahas tentang ini, tapi saya tunda dulu karena waktu istirahat sudah selesai dan sudah harus stop ngenet.
-------------------------------------------------------------------------------------
Postingan ini ditulis oleh Owner Blogstation
jika ada yang mau mengkopinya tolong jangan lupa credit tittlenya.
http://blagbligblugbleg.blogspot.com
Terimakasih untukmu yang sudah membaca tulisan ini sampai selesai.

1 tanggapan:

  1. Idhe Purnama mengatakan...:

    patut di coba, thanks infonya :)

Posting Komentar

Jika ada yang ingin kamu sampaikan, silahkan tuliskan saja...

Template oleh Risty. Diberdayakan oleh Blogger.