Template baru masih dalam pengembangan.... XD XP

Menulis Itu Bercerita

Sekarang, kita bahas soal menulis lagi. Kapan hari lalu saya ada ngobrol sama mantan guru SMP saya. Ibu guru bahasa Indonesia tepatnya. Saya ceritakan semua kendala saya dalam menulis belakangan ini. Beliau sudah saya minta membaca blog ini dan tanggapan beliau benar-benar jadi sebuah tamparan untuk saya. Katanya, sense menulis saya jatoh banget. dia tidak merasakan nyawa dalam setiap kalimat yang saya tulis. Sebagai seorang penulis, saya telah gagal. Banyak postingan saya yang bersifat "ngajarin" padahal saya nggak tau apa-apa.

Dari situ beliau menyimpulkan bahwa penyakit saya sudah gawat. Beliau menasihati dan mengajari saya beberapa hal penting yang selama ini luput dari pengamatan saya.

1. Menulis itu harus ikhlas.
Kalau saya menulis hanya untuk megejar jumlah postingan atau cuma sekedar "harus" update, lebih baik nggak usah. Karena apa yang saya tulis cuma bakal jadi "ngelantur saja". Lebih baik mulai menulis ketika hati kita sudah siap untuk menulis dan memang ingin menuliskannya bukan karena harus menulis.

2. Menulis itu menuangka isi kepala.
Ada kalanya saya selalu riset sebelum menyusun sebuah postingan. Riset butuh waktu lebih lama daripada menyusun tulisan itu sendiri. Akhirnya, setelah riset ke mana-mana, keburu datang capeknya, mood menulis hilang, pundung posting. Sekarang saya sadar kenapa lebih banyak draft di entri blog saya daripada yang statusnya udah dipublish. Lebih baik jangan buang waktu untuk riset, tuliskan saja dulu baru perbaiki sambil jalan.

3. Menulis itu harus fokus.
Kesalahan yang saya sadari belakangan ini adalah bahwa ternyata ketika saya menulis, saya selalu merembet ke mana-mana. Tidak fokus pada tema tulisan yang ditetapkan sebelumnya. Akhirnya pembahasan jadi kacau dan kualitas tulisan jadi nggak ada harganya. Padahal saya sudah bikin kerangka tulisan seperti seharusnya.

Setelah perbincangan panjang dengan ibu guru saya tadi, saya menarik kesimpulan semdiri. Menulis itu bercerita. Harus tulus, jujur, fokus dan memberi kesan pada pihak yang diceritain. Saya sangat suka bercerita (baca:bergosip) jadi seharusnya saya tidak punya masalah dengan menulis. Maka dari situ, kepercayaan diri saya kembali timbul.

3 tanggapan:

  1. Erianto Anas mengatakan...:

    .... (saya bertepuk tgn)
    benar mbak!

    Izin "kentut" ya mbak ... :
    -------------------------
    Dalam tulisan ini mbak dah melakukan 4 tembakan:
    1. Curhat
    2. Introspeksi
    3. Ambil hikmah
    4. merumuskan inti persoalan
    Dan hasilnya ... tambah "gurih" mbak.
    Dalam tulisan ini mbak dah mulai mengkombinasikan semua point itu dg cermat. Masalah gaya sebenarnya gak soal. Yg penting ada setitik "ilmu" yg diselipkan. Dan saya setuju dg mbak: "org yg suka bicara jg seorang penulis yg hebat!" Dg catatan ....

  1. Tunggal Jaya Store mengatakan...:

    Wah terima kasih banyak atas tulisannya. saya jadi bisa bercermin kepada diri sendiri nih

  1. Risty mengatakan...:

    @Blogernas: Oh ya? saya malah nggak sadar. Ternyata kata orang bahwa orang lainlah yang bisa menilai lebih baik itu benar ya... trus... soal orang bisa nulis karena cerewet itu dengan catetan apa toh? jelaskan saja di blog situ, nanti bakal saya baca juga dan balas kentut di sana. wkwkwk

    @Tunggal jaya:
    Wah... makasih mas, saya senang kalo tulisan saya bermanfaat *terharu* btw, mas tau aja saya suka belanja buku. Cuman koleksinya masih dikit mas, walaupun sebagian besar jenis buku yang saya suka baca ada di sana sih... Saya sudah punya hampir semuanya XD. Saya bantu pasang link di blog ini saja ya, itung-itung buat nambah backlink toko onlinenya yah.

Posting Komentar

Jika ada yang ingin kamu sampaikan, silahkan tuliskan saja...

Template oleh Risty. Diberdayakan oleh Blogger.